Aceh Utara, 8 April 2025 – Dampak banjir bandang yang melanda Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin, 7 April 2025, masih terasa hingga hari ini. Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam, 6 April 2025, menyebabkan Krueng (Sungai) Keureuto meluap dan merendam ribuan rumah di sedikitnya 7 desa. Ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter hingga 1,5 meter melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa mereka mengungsi.
Tujuh desa di Kecamatan Matangkuli yang mengalami dampak terparah akibat terjangan banjir adalah:
- Desa Meunasah Mee: Dilaporkan menjadi salah satu wilayah dengan ketinggian air tertinggi, mencapai lebih dari 1 meter di beberapa titik pemukiman.
- Desa Lawang: Akses jalan utama desa ini sempat terputus total akibat genangan air yang tinggi, menghambat mobilitas warga.
- Desa Tanjong Haji Muda: Sebagian besar rumah warga di dataran rendah desa ini terendam, memaksa evakuasi menggunakan perahu karet.
- Desa Pante Pirak: Selain pemukiman, lahan pertanian di desa ini juga dilaporkan terendam, mengancam mata pencaharian warga.
- Desa Alue Entok: Banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur ringan seperti pagar dan jalan setapak di beberapa dusun.
- Desa Ceubrek: Proses evakuasi di desa ini berlangsung cukup sulit akibat arus air yang deras di beberapa titik.
- Desa Pirak Timu: Jumlah rumah terendam di desa ini cukup signifikan, dan warga membutuhkan bantuan logistik segera.
Analisis Penyebab dan Upaya Jangka Panjang
Banjir di Matangkuli kali ini diperparah oleh curah hujan ekstrem yang terjadi secara terus-menerus di wilayah hulu Krueng Keureuto. Selain itu, kondisi sungai yang dangkal akibat sedimentasi dan sistem drainase yang kurang optimal juga menjadi faktor kontributor.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berjanji akan segera melakukan kajian mendalam terkait penyebab banjir dan merencanakan langkah-langkah penanggulangan jangka panjang, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur drainase. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah pusat juga diharapkan untuk mempercepat proses pemulihan pasca-banjir.
Solidaritas dan uluran tangan dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu meringankan beban para korban banjir di Matangkuli. Bantuan dapat disalurkan melalui posko-posko resmi yang didirikan oleh BPBD Aceh Utara dan organisasi kemanusiaan terpercaya.
