Kebakaran Dahsyat Warga Tanjungbalai, Sumatera Utara, dikejutkan dengan peristiwa kebakaran hebat yang melanda pemukiman padat penduduk pada Senin, 21 April 2025. Sebanyak delapan rumah dilaporkan ludes dilalap si jago merah dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Kepanikan dan kesedihan menyelimuti para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam sekejap. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 500 Juta.
Kronologi Kebakaran dan Upaya Pemadaman
Menurut keterangan saksi mata dan laporan awal dari pihak berwenang, api diduga mulai berkobar dari salah satu rumah warga di Jalan Sei Agul, Kelurahan Sei Merbau sekitar pukul 03.15 WIB. Kondisi rumah yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar dan bangunan yang saling berdekatan membuat api dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Kobaran api yang besar dan asap hitam pekat membumbung tinggi, menciptakan pemandangan yang mengerikan dan membuat warga panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Petugas pemadam kebakaran dari Kota Tanjungbalai segera tiba di lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 03.25 WIB. Namun, besarnya api dan sulitnya akses ke titik api di tengah pemukiman padat menjadi kendala dalam upaya pemadaman. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Tanjungbalai dan dibantu satu unit dari PT. Inalum dikerahkan untuk menjinakkan amukan si jago merah. Dengan bantuan warga sekitar, petugas pemadam kebakaran berjibaku selama kurang lebih dua jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.15 WIB.
Dampak dan Kerugian Materiil yang Signifikan
Akibat kebakaran dahsyat ini, delapan rumah warga dilaporkan hangus rata dengan tanah. Selain kehilangan tempat tinggal, para korban juga kehilangan seluruh harta benda mereka, termasuk perabotan rumah tangga, dokumen penting, dan barang-barang berharga lainnya. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 500 Juta. Pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai jumlah pasti kerugian dan jumlah kepala keluarga yang terdampak, yang diperkirakan mencapai 11 Kepala Keluarga dengan total 42 jiwa.
Dugaan Penyebab Kebakaran dan Langkah Selanjutnya
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan tim forensik. Dugaan kuat sementara ini adalah korsleting listrik dari salah satu rumah warga.
