Tragis! Guru dan Pelajar Tertimpa Pohon Saat Berkemah di Labuhanbatu, Satu Meninggal Dunia

  • Post author:
  • Post category:Berita

Sebuah kejadian tragis menimpa rombongan guru dan pelajar yang sedang berkemah di kawasan hutan lindung sekitar Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Rabu, 7 Mei 2025, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, ketika tiba-tiba sebuah pohon besar tumbang dan tertimpa pohon tersebut. Akibatnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Ibu Siti Aminah (38), yang merupakan salah satu guru pendamping dari rombongan sekolah menengah pertama (SMP) tersebut. Sementara itu, tiga orang pelajar mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai identitas pelajar yang terluka belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang. Kejadian tertimpa pohon ini terjadi saat para peserta kemah sedang beristirahat di dalam tenda-tenda yang mereka dirikan.

Menurut keterangan saksi mata, salah seorang pelajar yang selamat, angin kencang disertai hujan deras melanda area perkemahan pada tengah malam. Diduga kondisi cuaca ekstrem inilah yang menyebabkan pohon besar di sekitar lokasi tumbang dan tertimpa pohon tersebut mengenai beberapa tenda yang didiami oleh guru dan pelajar. Suara tumbangnya pohon yang sangat keras membangunkan peserta kemah lainnya dan suasana panik seketika pecah.

Kapolsek Rantau Utara, AKP Heri Subagyo, S.H., saat dikonfirmasi di lokasi kejadian pada pagi hari, membenarkan adanya peristiwa tertimpa pohon yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan beberapa luka-luka. Pihaknya bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu segera melakukan evakuasi terhadap para korban. Jenazah Ibu Siti Aminah telah dibawa ke kamar jenazah RSUD Rantauprapat untuk proses lebih lanjut. Sementara itu, para pelajar yang selamat dan tidak mengalami luka-luka telah diamankan dan diberikan pendampingan psikologis oleh tim trauma healing dari Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan penyebab pasti tumbangnya pohon tersebut. Dugaan sementara adalah faktor cuaca ekstrem, namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain seperti kondisi pohon yang sudah lapuk atau struktur tanah yang tidak stabil. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Bapak Anwar Sadat, M.Pd., yang juga berada di lokasi kejadian, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah ini. Beliau menyatakan bahwa pihak dinas akan mengevaluasi kembali kegiatan perkemahan di alam terbuka, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Tragedi tertimpa pohon ini menjadi pelajaran pahit bagi semua pihak terkait pentingnya mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan di alam terbuka.