Mandi di Sungai, Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Arus Pohuwato

  • Post author:
  • Post category:Berita

Kabar duka menyelimuti Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, setelah seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun bernama Arbiansyah dilaporkan hilang terseret arus Sungai Marisa Utara saat sedang mandi. Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, dan langsung memicu upaya pencarian intensif oleh tim SAR gabungan dan warga setempat sejak Minggu (4/8/2024) sore.

Kejadian bermula ketika korban bersama tiga orang temannya bermain dan mandi di sungai sekitar pukul 16.00 Wita. Namun, nahas, arus sungai yang tiba-tiba menjadi deras menyeret korban. Teman-teman korban yang selamat segera melaporkan kejadian ini kepada warga dan pihak berwenang.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Gorontalo, BPBD Pohuwato, TNI, Polri, dan relawan segera bergerak menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Mereka melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, baik di permukaan maupun mencoba mencari di kedalaman air menggunakan perahu karet. Warga setempat juga turut membantu dalam upaya pencarian dengan menyusuri tepi sungai dan memberikan informasi jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Kondisi sungai dengan arus yang tidak menentu dan kedalaman yang bervariasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam melakukan pencarian yang berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan pada Senin (5/8/2024). Cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu juga menambah kesulitan dalam operasi penyelamatan ini.

Hingga berita ini diturunkan, bocah malang tersebut belum ditemukan. Pihak keluarga korban tentu saja diliputi kesedihan dan kecemasan yang mendalam. Mereka berharap agar Arbiansyah dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, melalui Koordinator Pos SAR Marisa, Rijal, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif di sepanjang aliran Sungai Marisa Utara. Mereka membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk memperluas area pencarian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua dan masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dekat sungai atau area perairan lainnya. Edukasi tentang bahaya arus sungai dan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di air perlu terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.