Misteri Tenggelamnya Kerajaan Haru di Deli Serdang

Sejarah nusantara selalu menyimpan pesona yang tidak pernah habis untuk digali, salah satunya mengenai peristiwa Tenggelamnya Kerajaan Haru yang secara administratif jejaknya banyak ditemukan di wilayah Deli Serdang. Sebagai salah satu kekuatan maritim terbesar di pesisir timur Sumatera pada masanya, Kerajaan Haru atau Aru dikenal memiliki kejayaan yang luar biasa sebelum akhirnya perlahan menghilang dari catatan sejarah utama. Narasi mengenai hilangnya pusat kekuasaan ini sering kali dikaitkan dengan pergeseran garis pantai dan faktor geologis yang menyebabkan pusat-pusat pemukiman mereka kini berada di bawah permukaan rawa atau tanah pesisir. Penelusuran kembali sejarah ini penting dilakukan untuk memberikan edukasi bagi generasi muda mengenai besarnya pengaruh peradaban masa lalu di tanah Sumatera Utara.

Berdasarkan laporan koordinasi dari tim peneliti arkeologi nasional yang melakukan tinjauan pada Selasa, 10 Februari 2026, terdapat indikasi kuat mengenai lokasi-lokasi situs yang tertimbun material sedimen selama berabad-abad. Peristiwa Tenggelamnya Kerajaan Haru ini bukan hanya sekadar mitos, melainkan sebuah fenomena alam yang mengubah lanskap geografi di pesisir Deli Serdang secara permanen. Dalam upaya menjaga keamanan lokasi temuan artefak, jajaran Polres Deli Serdang melalui unit pengamanan objek vital telah menyiagakan personel di beberapa titik yang diduga kuat merupakan area benteng hijau peninggalan kerajaan. Langkah kepolisian ini bertujuan untuk mencegah adanya aktivitas penggalian liar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sekaligus memastikan bahwa setiap benda bersejarah tetap aman untuk keperluan penelitian lebih lanjut.

Keterlibatan aparat kepolisian dan perangkat desa setempat dalam mengawal situs-situs sejarah ini menunjukkan sinergi yang positif dalam pelestarian budaya. Pada hari Kamis pekan lalu, petugas dari Polsek setempat bersama tokoh masyarakat melakukan sosialisasi di sekitar kawasan pesisir mengenai pentingnya menjaga kelestarian situs tersebut. Data lapangan menunjukkan bahwa sisa-sisa kemegahan Haru terkubur di bawah kedalaman 2 hingga 4 meter tanah aluvia.