Nasib Sial Sopir Dirampok, Korban Dibuang di Jalan Trans Sumatera Utara

  • Post author:
  • Post category:Berita

Seorang sopir truk mengalami nasib sial yang mengerikan ketika menjadi korban perampokan di Jalan Lintas Sumatera Utara. Setelah harta bendanya dirampas, korban bahkan dibuang di pinggir jalan oleh para pelaku. Insiden ini menjadi peringatan serius akan bahaya kejahatan di jalur-jalur transportasi vital dan menyoroti kerentanan para pekerja logistik.

Kejadian tragis ini menimpa Bapak Budi (40), seorang sopir truk ekspedisi yang tengah dalam perjalanan dari Medan menuju Pekanbaru. Perampokan terjadi pada Rabu dini hari, 14 Mei 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Menurut keterangan Bapak Budi kepada pihak kepolisian, truk yang dikendarainya dipepet oleh sebuah mobil minibus yang berisi empat orang tak dikenal. Para pelaku, dengan ancaman senjata tajam, memaksa Bapak Budi menghentikan kendaraannya.

Setelah truk berhenti, para pelaku langsung naik dan mengikat Bapak Budi. Mereka kemudian mengambil alih kemudi dan membawa kabur truk beserta seluruh muatan barang elektronik senilai ratusan juta rupiah. Nasib sial Bapak Budi tidak berhenti di situ; setelah barang-barang berharga di truk dipindahkan, ia dibuang di sebuah area sepi di pinggir Jalan Lintas Sumatera Utara, dalam kondisi terikat dan tanpa ponsel. Ia baru berhasil meminta pertolongan warga sekitar pada Kamis pagi.

Setelah laporan diterima, tim Satreskrim Polres Labuhanbatu Selatan segera melakukan penyelidikan intensif. Kepala Satreskrim Polres Labuhanbatu Selatan, AKP Andri Koto, SH, SIK, MH, pada Jumat, 16 Mei 2025, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Kami telah menerima laporan dan sedang mengejar para pelaku. Petunjuk awal mengarah pada sindikat perampok lintas provinsi,” jelas AKP Andri. Bapak Budi telah dimintai keterangan dan menjalani pemeriksaan medis pasca-insiden.

Nasib sial yang menimpa Bapak Budi ini menjadi alarm bagi para sopir dan perusahaan logistik untuk meningkatkan kewaspadaan. Pentingnya sistem keamanan kendaraan, penggunaan alat pelacak GPS, serta komunikasi rutin antara sopir dan perusahaan menjadi krusial. Aparat kepolisian juga diharapkan dapat meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan kejahatan untuk memberikan rasa aman bagi para pengendara dan meminimalisir kejadian serupa.