Medan – Kejadian mengejutkan terjadi di Kota Medan pada 5 Mei 2025, ketika seorang driver ojol ditangkap oleh aparat kepolisian setempat karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 2.8 kilogram. Peristiwa ini menjadi sorotan besar karena terungkapnya peran seorang pengemudi ojek online yang selama ini dikenal oleh masyarakat sebagai sosok yang ramah dan bekerja keras.
Driver ojol yang berinisial RM (35) ini ditangkap di kawasan Kecamatan Medan Barat, tepatnya pada pukul 15.30 WIB, setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi dari warga mengenai peredaran narkoba di sekitar wilayah tersebut. Tim dari Direktorat Narkoba Polda Sumut langsung melakukan pengintaian dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan. Penangkapan ini dipimpin oleh Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Sumut, AKBP Budi Santoso.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan dua paket besar sabu yang disembunyikan dalam tas yang dibawa oleh driver ojol tersebut. Berdasarkan pengakuannya, RM mengaku hanya menerima tugas untuk mengirimkan barang terlarang tersebut ke alamat yang tidak diketahui. Dirinya mengaku tidak mengetahui bahwa paket yang dibawanya mengandung narkoba. Meskipun begitu, pihak kepolisian tidak memandang remeh kasus ini, dan RM kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Penyidik mendalami lebih lanjut mengenai siapa yang mengirimkan narkoba tersebut kepadanya dan jaringan yang terlibat dalam peredaran narkoba di wilayah Medan. Driver ojol seperti RM menjadi sasaran empuk bagi sindikat narkoba karena pola kerja mereka yang menggunakan kendaraan umum untuk mengantarkan barang. Di sisi lain, pengemudi ojek online memang sering berinteraksi dengan banyak orang, yang membuat mereka rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pada saat yang sama, masyarakat semakin dihimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan penyalahgunaan profesi sebagai driver ojol untuk tujuan yang tidak sah. Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa meskipun profesi pengemudi ojek online memberikan kemudahan bagi banyak orang, potensi penyalahgunaan juga dapat terjadi, dan hal ini harus diwaspadai bersama.
Pihak berwenang memastikan akan terus melakukan pengawasan dan pemberantasan peredaran narkoba di Kota Medan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
