Polda Sumut Minta Maaf Atas Kasus Penganiayaan ‘Pak Ogah’ di Medan

  • Post author:
  • Post category:Berita

Polda Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan minta maaf atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggotanya terhadap seorang pengatur lalu lintas liar, atau yang kerap disapa ‘Pak Ogah’, di Medan. Kejadian ini menjadi sorotan publik dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang dihimpun, penganiayaan terjadi pada hari Sabtu, 21 Oktober 2023, sekitar pukul 18.00 WIB. Korban, yang diketahui bernama Ahmad Firdaus, sedang mengatur lalu lintas di depan Hotel Antares, Medan, ketika tiba-tiba didatangi oleh sejumlah oknum polisi yang turun dari truk bertuliskan Sabhara Polda Sumut.

“Saat itu saya larinya zig-zag jadi agak sulit dikejar. Nah, cara lari saya itu dianggap meledek mereka. Terakhir, saya diamankan dan dinaikkan ke dalam truk,” jelas korban.  

Di dalam truk, korban kemudian dianiaya, dipukul, dan ditampar hingga mengalami luka-luka di sekujur tubuh. Beruntung, ada warga sekitar yang menolong korban dan mengantarkannya pulang.

Permohonan Maaf Polda Sumut

Menanggapi kejadian ini, Polda Sumut menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan masyarakat. Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, menyesalkan tindakan anggotanya yang tidak profesional dan melanggar hukum.

“Kami minta maaf atas kejadian ini. Kami sangat menyesalkan tindakan anggota kami yang tidak profesional dan melanggar hukum,” ujar Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Tindakan Hukum dan Pemeriksaan Propam

Polda Sumut memastikan akan menindak tegas para pelaku penganiayaan. Saat ini, para oknum polisi tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut.

“Kami akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami tidak akan melindungi anggota yang melakukan pelanggaran,” tegas Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Harapan dan Imbauan

Polda Sumut berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh anggota kepolisian untuk selalu bersikap profesional dan humanis dalam menjalankan tugas. Polda Sumut juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat atau mengalami tindak kekerasan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh anggota kepolisian untuk selalu bersikap profesional dan humanis dalam menjalankan tugas. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat atau mengalami tindak kekerasan,” pungkas Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Kasus penganiayaan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Diharapkan, dengan tindakan tegas dari Polda Sumut, kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa depan.