Tragis! 18 Siswa SD di Minahasa Jatuh Sakit Usai Jajan Susu Kemasan di Kantin, Diduga Keracunan

  • Post author:
  • Post category:Berita

Keracunana Siswa SD di Minahasa – Sebanyak 18 siswa Sekolah Dasar (SD) di Minahasa, Sulawesi Utara, dilarikan ke rumah sakit usai diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi camilan susu kemasan yang dibeli dari kantin sekolah. Peristiwa memprihatinkan ini terjadi di SD Inpres No 1 Tompaso pada Senin (29/4/2024) pagi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para siswa mulai merasakan gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut sekitar pukul 09.00 Wita, tak lama setelah mengonsumsi susu kemasan yang mereka beli saat jam istirahat. Panik melihat kondisi anak-anak yang semakin lemas, pihak sekolah segera bertindak cepat membawa mereka ke Puskesmas Tompaso untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Iya benar, ada 18 siswa yang diduga keracunan setelah minum susu kemasan dari kantin. Mereka langsung dilarikan ke puskesmas,” ujar Camat Tompaso, Meidy Kumaseh, saat dikonfirmasi, Senin (29/4/2024). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak puskesmas terkait penyebab pasti dari gejala yang dialami para siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, dr. Maya Rambitan, juga membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah menerima laporan dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Tim dari Dinkes sudah turun ke lapangan untuk mengambil sampel makanan dan minuman dari kantin sekolah. Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya,” jelas dr. Maya.

Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Mereka berbondong-bondong mendatangi puskesmas untuk melihat kondisi anak-anak mereka. Pihak sekolah dan pemerintah setempat berupaya memberikan penjelasan dan menenangkan para orang tua.

Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh pihak terkait untuk mengetahui secara pasti penyebab dugaan keracunan massal ini. Sampel susu kemasan dan makanan lain dari kantin sekolah akan diuji di laboratorium untuk mendeteksi adanya kandungan zat berbahaya. Kejadian ini menjadi sorotan penting mengenai pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di lingkungan sekolah demi keamanan dan kesehatan para siswa.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca, terimakasih !