Peristiwa kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Medan, Sumatera Utara. Seorang siswi dicambuk ibunya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dilaporkan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya akibat dihukum oleh ibunya sendiri hanya karena masalah stiker yang hilang. Insiden siswi dicambuk ibunya ini terjadi di kediaman mereka di kawasan Medan Timur pada hari Rabu, 30 April 2025, dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian dari Polrestabes Medan setelah adanya laporan dari pihak keluarga lainnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kejadian bermula ketika sang ibu, berinisial RT (35 tahun), marah besar setelah mengetahui stiker milik anaknya, AN (8 tahun), hilang. Dalam keadaan emosi, RT kemudian melakukan tindakan kekerasan dengan siswi dicambuk ibunya menggunakan rotan secara berulang kali. Akibatnya, AN mengalami luka lebam yang cukup parah di bagian punggung, lengan, dan kaki. Tetangga yang mendengar tangisan histeris korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada perangkat lingkungan yang selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan segera mendatangi kediaman korban setelah menerima laporan. Mereka mendapati AN dalam kondisi trauma dan luka lebam yang jelas terlihat. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan visum et repertum sebagai bukti kekerasan. Sementara itu, ibu korban, RT, diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait tindakan siswi dicambuk ibunya tersebut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, melalui Kasat Reskrim Kompol Fathir Mustafa, membenarkan adanya laporan kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Pelaku telah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Kami akan menjerat pelaku dengan pasal tentang kekerasan terhadap anak sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak,” ujar Kompol Fathir pada Kamis pagi, 1 Mei 2025. Pihak kepolisian juga akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk memulihkan trauma yang dialaminya. Kasus siswi dicambuk ibunya ini menjadi pengingat akan pentingnya pola asuh tanpa kekerasan dan perlindungan maksimal terhadap anak-anak.
