Sebuah tindakan tragis dan tidak berperikemanusiaan terjadi di Sumatera Utara, di mana seorang ibu tega buang bayi yang baru dilahirkannya ke dalam parit. Peristiwa buang bayi ini diduga dilakukan karena pelaku kesal tidak diberi uang oleh orang tuanya. Bayi malang tersebut ditemukan oleh warga di sebuah parit di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Penemuan buang bayi ini terjadi pada hari Rabu pagi, 30 April 2025, sekitar pukul 07.00 WIB.
Menurut keterangan dari Kapolsek Kutalimbaru, AKP Syafii Lubis, S.H., penemuan bayi berawal dari laporan warga yang mendengar suara tangisan bayi dari arah parit di dekat perkebunan sawit. Warga kemudian mencari sumber suara tersebut dan menemukan seorang bayi laki-laki yang baru lahir terbungkus kain di dalam parit dengan kondisi memprihatinkan. Warga segera mengevakuasi bayi tersebut dan melaporkannya ke pihak kepolisian.
Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian berhasil mengamankan ibu dari bayi tersebut, yang diketahui berinisial RL (23 tahun), warga desa setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, RL mengakui telah buang bayi tersebut karena merasa malu dan panik setelah melahirkan tanpa suami. Ia juga mengaku kesal kepada orang tuanya yang tidak memberikan uang yang dimintanya.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Pelaku tega buang bayi yang baru dilahirkannya hanya karena masalah ekonomi dan rasa malu. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kutalimbaru,” ujar AKP Syafii Lubis saat memberikan keterangan pers pada Rabu siang. Bayi laki-laki tersebut saat ini dalam kondisi sehat dan mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Kutalimbaru. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk penanganan lebih lanjut terhadap bayi tersebut.
Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal tentang penelantaran anak yang dapat membahayakan keselamatannya, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal lima tahun. Kasus buang bayi ini menjadi perhatian serius dan pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengambil tindakan gegabah dan membahayakan nyawa orang lain, terutama anak-anak. Jika mengalami kesulitan ekonomi atau masalah sosial lainnya, diharapkan untuk mencari bantuan kepada pihak-pihak terkait seperti keluarga, tokoh masyarakat, atau dinas sosial. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan sosial dan ekonomi bagi para ibu yang berada dalam kondisi sulit.
