Kabar menyedihkan kembali datang dari habitat Harimau Sumatera. Seekor individu dari spesies yang terancam punah ini ditemukan mati akibat terjerat perangkap babi di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Kabupaten Bengkalis, Riau. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Sabtu, 12 April 2025, dan penemuan bangkai harimau malang tersebut baru dilaporkan kepada pihak berwenang pada hari Minggu, 13 April 2025.
Berdasarkan informasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, harimau Sumatera yang berjenis kelamin betina dan diperkirakan berusia 5 tahun tersebut ditemukan oleh seorang pekerja kebun yang melintas di area HPT. Kondisi harimau saat ditemukan sangat memprihatinkan, dengan kaki belakangnya terjerat kuat oleh tali nilon yang biasa digunakan untuk menjerat babi. Diduga, harimau terancam punah ini telah terperangkap selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Harimau Sumatera merupakan satwa yang dilindungi dan statusnya sudah sangat terancam punah. Kematian satu individu saja merupakan kehilangan besar bagi upaya konservasi,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Bapak Genman S. Hasibuan, dalam keterangan persnya pada Senin, 14 April 2025.
Tim dari BBKSDA Riau bersama dengan dokter hewan segera turun ke lokasi penemuan bangkai harimau di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, untuk melakukan nekropsi (bedah bangkai) guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada indikasi kekerasan lain selain jeratan di kaki. Pihak BBKSDA menduga kuat harimau terancam punah ini secara tidak sengaja terperangkap saat mencari mangsa di area HPT.
Pemasangan jerat babi memang sering dilakukan oleh masyarakat untuk melindungi tanaman pertanian dari hama babi hutan. Namun, praktik ini sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan satwa liar dilindungi lainnya, termasuk Harimau Sumatera yang populasinya di alam liar semakin kritis.
BBKSDA Riau mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan jerat sebagai alat untuk mengatasi hama karena dampaknya yang sangat merugikan bagi kelestarian satwa liar. Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian Harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang terancam punah. Selain itu, BBKSDA juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban terhadap praktik pemasangan jerat ilegal di kawasan hutan. Kematian harimau ini menjadi pukulan telak bagi upaya konservasi spesies yang semakin kritis ini.
